Selasa, 26 Juni 2012

Dispersi Koloid


TUGAS KIMIA
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM KIMIA
D
I
S
U
S
U
N

            Ria Rezki Ramadhani Bahar
                                  Kelas        : XI IPA 3
                                  NIS           : 14858
                                  No.Urut   : 30

SMA NEGERI 1 WATAMPONE
TAHUN PELAJARAN 2011/2012


 



DISPERSI KOLOID
Tujuan :         Untuk mengubah molekul besar (suspensi) menjadi molekul kecil (koloid).
Alat dan Bahan :
·          5 Gelas kimia
·          Tabung reaksi
·          Rak  tabung reaksi
·          Corong
·          Kertas saring
·          Spatula
·          Spiritus
·          Senter
·          Sendok teh
·          Lumpang
·          Serbuk belerang
·          Gula pasir
·          Agar-agar
·          Air 50 ml

Langkah Kerja :
1. Pembuatan sol  belerang
o   Ambillah 1 sdt belerang, 1 sdt gula pasir lalu masukkan dalam lumpang, gerus sampai halus. Setelah halus pindahkan ke gelas kimia I.
o   Ambillah 1 sdt campuran gula dan belerang dalam gelas kimia I kemudian masukkan ke lumpang, tambah 1 sdt gula kemudian gerus sampai halus. Lakukan sebanyak 4x.
o   Tuangkan sedikit campuran yang terakhir ke gelas kimia yang berisi 50 ml air, lalu aduk.
o   Setelah itu perhatikan efek tyndalnya dengan melewatkan seberkas cahaya.
o   Jika masih ada endapan, saring. Kemudian perhatikan efek tyndalnya.

2. Pembuatan sol/Gel agar-agar
o   Ambil tabung reaksi, isi 1/3 dengan air
o   Masukkan 1 spatula agar-agar, kemudian kocok.
o   Panaskan sampai mendidih sol agar-agar tersebut.
o   Setelah mendidih kemudian perhatikan efek tyndallnya.
o   Setelah itu simpan agar-agar sampai mengeras.

Hasil percobaan:
1.      Pembuatan belerang
Pada pembuatan sol belerang, setelah disoroti dengan cahaya lampu senter pada sol belerang belerang terjadi efek Tyndall (penghamburan cahaya). Hal tersebut menandakan bahwa dengan mencampurkan belerang dengan gula pasir kemudian digerus dan dicampurkan air, terbentuk sol belerang yang merupakan koloid. Namun pada sol belerang terjadi pengendapan (hidrofob).

2.      Pembuatan sol/gel agar
Pada pembuatan agar-agar, setelah disoroti dengan lampu senter, terjadi efek Tyndall (penghamburan cahaya). Hal tersebut menandakan bahwa gel agar-agar merupakan koloid. Bedanya dengan sol belerang, gel/agar-agar tidak mengalami pengendapan (hidrofil).

3.      Campuran minyak dan air
Campurkan minyak dan air sampai terlihat ada batas antara minyak dengan air.

4.      Campuran minyak, air dan sabun
Minyak dan air dicampurkan dengan dengan air sabun sampai minyak tidak terlihat.

Analisis data:
1.      Apa fungsi gula dalam pembuatan sol belerang?
2.      Apa yang terjadi jika suspense agar-agar dipanaskan?
3.      Mengapa air tidak bercampur dengan minyak?
4.      Apa fungsi sabun dalam pembuatan emulsi minyak dengan air?
5.      Mengapa proses percobaan diatas digolongkan sebagai cara dispersi?

Jawaban :

1.      Berfungsi sebagai emulgator, artinya mengikut partike-partikel koloid hidrofob agar tidak terjadi koagulasi
2.      Maka akan terdapat gelembung-gelembung gas, karena agar-agar mendidih, dan terdapat efek tyndall walaupun tidak jelas.
3.      Karena massa jenis air lebih besar disbanding minyak.
4.      Sebagai emulgator untuk menhindari koagulasi
5.      Karena proses percobaan diatas menhaluskan partikel disperse menjadi partikel berukuran koloid.


Kesimpulan:
            Berdasarkan percobaan diatas, cara dispersi adalah proses penghabisan partikel suspense menjadi partikel koloid. Gula dan sabun di sini berfungsi sebagai emulgator atau koloid  pelindung untuk mengikat partikel-partikel agar tidak terjadi pengumpalan. Sol belerang termasuk koloid hirofob, karena efek tyndall nya jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar