Selasa, 26 Juni 2012

larutan penyangaa




Larutan Penyangga

Tujuan          
Mempelajari sifat larutan penyangga atau bukan dengan penambahan sedikit asam atau dengan pengenceran

Teori
Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:
  • Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam.
  • Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa.
Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:
  • Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natriumNa), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.
  • Larutan penyangga yang bersifat basa
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih
 Cara kerja larutan penyangga
Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara kerja larutan penyangga:
Larutan penyangga asam
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
  • Pada penambahan asam
Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH.
CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)
  • Pada penambahan basa
Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan air.
CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)
Larutan penyangga basa
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
  • Pada penambahan asam
Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4+.
NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)
  • Pada penambahan basa
Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan air.
NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)

Alat dan Bahan

9 gelas kimia
tabung reaksi
indikator universal
Larutan NH3
Larutan NH4Cl
Akuades
Larutan CH3COONa
Larutan NaCl
Larutan HCl
Larutan NaOH
Larutan CH3COOH
Pipet




Cara Kerja

1.      Mengukur pH larutan NaCl 0,1 M dengan menggunakan indicator universal.
2.      Menyiapkan 3 gelas kimia 100 ml.
3.      Mengisi masing-masing dengan 10 ml larutan NaCl 0,1 M, kemudian :
a.      Dalam gelas kimia 1 tambah 1 ml HCl 0,1 M
b.      Dalam gelas kimia 2 tambah 1 ml NaOH 0,1 M
c.       Dalam gelas kimia 3 tambah 10 ml akuades
4.      Mengukur pH ketiga larutan tersebut.
5.      Mencampurkan 25 ml larutan CH3COOH 0,1 M dan 25 ml larutan CH3COONa 0,1 M dalam gelas kimia. ukur pH larutan.
6.      Menyiapkan 3 gelas kimia, masing-masing diisi 10 ml larutan campuran diatas, kemudian:
a.      Dalam gelas kimia 1 tambah 1 ml HCl 0,1 M
b.      Dalam gelas kimia 2 tambah 1 ml NaOH 0,1 M
c.       Dalam gelas kimia 3 tambah 10 ml akuades
7.      Mengukur pH ketiga larutan tersebut.
8.      Mencampurkan 25 ml larutan NH 0,1 M dan 25 ml larutan NHCl 0,1 M dalam gelas kimia. ukur pH larutan.
9.      Menyiapkan 3 gelas kimia, masing-masing diisi 10 ml larutan campuran diatas, kemudian:
10.  Dalam gelas kimia 1 tambah 1 ml HCl 0,1 M
a.      Dalam gelas kimia 2 tambah 1 ml NaOH 0,1 M
b.      Dalam gelas kimia 3 tambah 10 ml akuades
c.       Mengukur pH ketiga larutan tersebut.









Hasil Pengamatan :

No.
Larutan yang diuji
pH mula-mula
pH setelah ditambah HCl
pH setelah ditambah NaOH
pH setelah diencerkan
1.
NaCl
10
7
10
9
2.
CH3COOH +
CH3COONa
3
4
5
4
3.
NH3 + NH4Cl
8
7
10
8

Analisis Data
Di antara larutan yang diuji, mana yang bersifat larutan penyangga ?
Jawaban
Yang bersifat larutan penyangga yaitu larutan CH3COOH + CH3COONa

Kesimpulan :
Dari praktikum di atas saya dapat menambil kesimpulan bahwa Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.



Tugas kimia

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
D
I
S
U
S
U
N

Ria Rezki Ramadhani Bahar
Kelas         :        XI IPA 3
NIS            :        14858
                        No.urut        :      30

SMA NEGERI 1 WATAMPONE
TAHUN AJARAN 2011/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar